Bayang-Bayang

Rabu, 08 Desember 2010

Senja..seperti biasa

Sesaat terlupa dalam rentang waktu
ada jarak dalam tiap detik
singkat dan tak jelas
seperti senja berganti malam
berlalu membawa sedih yang diam-diam
dan seperti biasa, tak terjelaskan

Biarlah, ketika subuh kau terganti
tak perlu merajuk untuk bertahan
pergilah sejauh yang kau mau
bukankah esok senja akan kembali
dengan kesedihan yang sama?
lalu kembali terlupa kala subuh
seperti biasa...

Selasa, 07 Desember 2010

Alam Bahasa..

Kilau mentari mengintip malu diantara celah-celah awan pagi itu,
tapi derasnya angin tak berarti apa-apa terhadap cahayanya,
tetap berkilau kekuningan,
bukan emas cuma warna,
tidak lama, awan memberi ruang untuknya.
angin tetap bertiup kencang,
pasir tetap sama,
cuma sedikit berubah,
hangat..

Gemuruh,
angin bersuara, walau tak tampak,
bebatuan tetap diam,
enggan beranjak dari tempatnya.
itulah batu,
diam dan membisu,
tapi jangan remehkan batu yang menghalangi tubuh dari angin,
mengurangi panas tubuh terbuang percuma,
yah, begitulah bahasa mereka dalam diam,
bahasa kehidupan..

Akh,,
Kabut berlahan turun,
meniti jurang menuju lembah,
edelweis tetap abadi..

Aku Jalan..

Jalan hidup memang berliku, sangat berliku. Kadang indah, kadang kelam.
Namun yang terpenting adalah memilih jalan, dan menjalani jalan itu betapapun berlikunya.
Walau terkadang banyak yang tak mengerti jalan yang orang lain pilih.
dan berharap semua berjalan dijalannya, dijalan hidupnya.

Indah, terkadang sangat indah walau terkadang pula hanya sesaat.
"Keberuntungan pemula" kata Paulo Coelho. Selanjutnya alam semesta akan menguji.
dan menyeleksi yang terpilih. Yang bertahan (survive) dengan takdirnya.
Yang tak tahan, "maaf" silahkan minggir! alam semesta tak mengenal status dan strata.

Ujian, yah segala sesuatu butuh di uji, apapun itu.
dan terkadang tak dimengerti.
Itu untuk menempa jiwa-jiwa pengembara agar tidak kerdil.
Sekeras baja, selembut sutra.
Sedalam bumi, setinggi langit.
Seluas cakrawala.
Sesederhana Cinta.
Serumit mencintai.

dan aku?
tak usah kau hiraukan.
Aku Jalan.
Aku hanyalah debu yang menempel di kerah bajumu.
Kerikil kecil yang melukai kakimu.
Menghambatmu melangkah jauh.

Aku Jalan.
Aku terbiasa.
dan biarlah Aku jalan sendiri.

Senin, 16 Agustus 2010

Cakrawala..31/6-1/7-2010

18.00..
Kepala tegak
Setinggi gunung sekokoh karang
Bercerita tentang keberadaan
Tentang ombak, pasir, angin, bulan, bintang
dan senja yang berlalu
Diantara ruang, rasa, dan asa
Dengan segala batas
..Keindahan..

00.00..
Kepala setinggi ombak
Bercerita tentang semua
Semua tentang
Bumi, langit dalam orbit
Dengan segala keteraturan
..Keseimbangan…

02.30..
Kepala serendah pasir
Diam dalam kosong
Mendengar desahan ombak dan pasir
Cerita angin dan dedaunan
Bulan dan hamparan bintang
Tentang ada dan ketiadaan
..KeEsaan..

Malam dengan semua…
Hening dengan segala…
Akh..andaikan hati seluas cakrawala pikiran seluas laut...

Semesta Bersujud

Malam dan hening
Berkutat dalam sepi yang menderu jiwa
Kering dan menjauh pergi
Walau menafikan-Mu enggan dalam rasa

Seperti air yang menghempaskan sepinya di bebatuan
Atau angin yang berbagi sepi dengan dedaunan
Raga menghempaskan diri dalam lamunan
Tapi jiwa sepi kemana ia hendak berbagi?
Kalau bukan pada-Mu

Raga bisa berdusta dalam bentuk
Tapi jiwa takkan pernah khianat
Lalu adakah yang tak berjiwa?