Ketika kata sudah berjarak dari penuturnya
dan fatwa telah menjauh dari sabda,,
Apakah kuasa harus dusta?
kemanakah para penjaga tiang langit?
Selasa, 29 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
Hujan
Katamu hujan adalah air mata langit,
entah itu air mata kebahagiaan, kesedihan, atau kemarahan?
ah, sudahlah, jangan pernah menyalahkan sesuatu yang tidak punya pilihan..
entah itu air mata kebahagiaan, kesedihan, atau kemarahan?
ah, sudahlah, jangan pernah menyalahkan sesuatu yang tidak punya pilihan..
Jumat, 12 Oktober 2012
Lelaki Malam
![]() |
| Sumber Gambar :sekarlawu.blogspot.com |
Kusebut
sang penunggu malam
Bercinta
dengan temaram di relung senja
Berharap
pada sepi berkelana kala sendu
Ketika
hening mencengkram rindu
Bintang
adalah pertanda
Purnama
adalah anugrah
Semesta
bertabur sejuta tanya
Kau
lelaki tengah malam
Berselimut
sutra terangkai alam
Dari
tangan keriput menyulam doa
Menanti
embun di kuncup asa
Sabtu, 15 September 2012
Ini Bukan Surat Cinta
Sayang, ini bukan surat cinta yang berisi kata-kata puji. Ah, mengapa aku seberani itu memanggilmu sayang? Maaf. Aku tak mengenalmu dan dikaupun begitu. Anggaplah kata-kata ini tak bertujuan dan tak bertuan. Namun sebelum kau mengenalku, ijinkanlah aku memanggilmu sayang walau kutahu kau muak dengan dengan kata yang sering menjerumuskanmu itu. Sayang, maaf jika aku lancang bertutur. Aku pun tak bermaksud menjerumuskanmu dalam buaian kata yang bukan rayuan berujung benci ini. Aku cuma enggan berputar di pusaran ketidakpastian hati. Bukankah rasa yang mengendap adalah belenggu?
Sayang, terkadang cinta diwujudkan dalam kepalan tangan, batu-batu, dan tulisan-tulisan karena mereka telalu banyak mengumbar kata, menggadaikan cinta di sudut bibir yang manis. Mungkin kau berkata “kau pun terlalu banyak mengumbar kata!” Iya, dan kuharap cintamu tak kau wujudkan dalam kepalan tangan dan batu-batu yang meretakkan tengkorak kepalaku, semoga.
Sayang, aku mencintaimu tak setinggi tak sedalam. Bukankah tinggi dan dalam adalah batas? Batas itu terukur, tetapi apakah hati mengenal ukuran? Sayang, tak perlu kau jawab, tak usah kau risau karena kelak kita tak butuh banyak tanya dan jawab karena ku tahu kau lebih mengerti, cinta bukan logika, bukan hukum sebab akibat. Bukankah diam adalah pertanda? Diam adalah bahasa.
Namun jika kau tetap bertanya, kenapa? Sejujurnya aku pun tak mengerti. Tapi ijinkan aku membisikkan tanya.
Apakah cinta butuh alasan?
Selasa, 22 Mei 2012
Seperti Hujan..
Seperti hujan,,
terkadang di rindu kadangpula di benci,
namun yang pasti rasa itu tak akan muncul disaat bersamaan..
Di rindu atau di benci ia tetap akan datang dengan pertanda, membasuh lalu pergi,,
ia tak terikat rindu atau benci,
tak perduli puja atau maki..
Mungkin hujan pun paham,,
rasa itu kadang penuh tipu, dipaksa berlebihan..
terkadang di rindu kadangpula di benci,
namun yang pasti rasa itu tak akan muncul disaat bersamaan..
Di rindu atau di benci ia tetap akan datang dengan pertanda, membasuh lalu pergi,,
ia tak terikat rindu atau benci,
tak perduli puja atau maki..
Mungkin hujan pun paham,,
rasa itu kadang penuh tipu, dipaksa berlebihan..
Langganan:
Postingan (Atom)
