Bayang-Bayang

Jumat, 25 Januari 2013

Hujan

Katamu hujan adalah air mata langit,
entah itu air mata kebahagiaan, kesedihan, atau kemarahan?

ah, sudahlah, jangan pernah menyalahkan sesuatu yang tidak punya pilihan..

Jumat, 12 Oktober 2012

Lelaki Malam

Sumber Gambar :sekarlawu.blogspot.com


Kusebut sang penunggu malam
Bercinta dengan temaram di relung senja
Berharap pada sepi berkelana kala sendu
Ketika hening mencengkram rindu

Bintang adalah pertanda
Purnama adalah anugrah
Semesta bertabur sejuta tanya

Kau lelaki tengah malam
Berselimut sutra terangkai alam
Dari tangan keriput menyulam doa
Menanti embun di kuncup asa

Sabtu, 15 September 2012

Ini Bukan Surat Cinta


Sayang, ini bukan surat cinta yang berisi kata-kata puji. Ah, mengapa aku seberani itu memanggilmu sayang? Maaf. Aku tak mengenalmu dan dikaupun begitu. Anggaplah kata-kata ini tak bertujuan dan tak bertuan. Namun sebelum kau mengenalku, ijinkanlah aku memanggilmu sayang walau kutahu kau muak dengan dengan kata yang sering menjerumuskanmu itu. Sayang, maaf jika aku lancang bertutur. Aku pun tak bermaksud menjerumuskanmu dalam buaian kata yang bukan rayuan berujung benci ini. Aku cuma enggan berputar di pusaran ketidakpastian hati. Bukankah rasa yang mengendap adalah belenggu?


Sayang, terkadang cinta diwujudkan dalam kepalan tangan, batu-batu, dan tulisan-tulisan karena mereka telalu banyak mengumbar kata, menggadaikan cinta di sudut bibir yang manis. Mungkin kau berkata “kau pun terlalu banyak mengumbar kata!” Iya, dan kuharap cintamu tak kau wujudkan dalam kepalan tangan dan batu-batu yang meretakkan tengkorak kepalaku, semoga.


Sayang, aku mencintaimu tak setinggi tak sedalam. Bukankah tinggi dan dalam adalah batas? Batas itu terukur, tetapi apakah hati mengenal ukuran? Sayang, tak perlu kau jawab, tak usah kau risau karena kelak kita tak butuh banyak tanya dan jawab karena ku tahu kau lebih mengerti, cinta bukan logika, bukan hukum sebab akibat. Bukankah diam adalah pertanda? Diam adalah bahasa.


Namun jika kau tetap bertanya, kenapa? Sejujurnya aku pun tak mengerti. Tapi ijinkan aku membisikkan tanya.
Apakah cinta butuh alasan?




Selasa, 22 Mei 2012

Seperti Hujan..

Seperti hujan,,
terkadang di rindu kadangpula di benci,
namun yang pasti rasa itu tak akan muncul disaat bersamaan..

Di rindu atau di benci ia tetap akan datang dengan pertanda, membasuh lalu pergi,,
ia tak terikat rindu atau benci,
tak perduli puja atau maki..

Mungkin hujan pun paham,,
rasa itu kadang penuh tipu, dipaksa berlebihan..

Kamis, 12 April 2012

Satu Helai Daun yang Menunggu Angin



Sore ini ada angin, hujan, dan bau tanah. Aku hendak pergi lalu seseorang menahanku dan berkata, tunggulah sebentar sehabis hujan akan ada pelangi dan jingga di ujung cakrawala.

Satu helai daun gugur dari tangkai pohon yang menari, lepas melayang bersama angin. Rintik hujan masih setia, membelai tanah yang dilanda hasrat, aromanya tak bisa berdusta. Perasaan bercampur aduk mengikuti irama alam, syahdu, sedih, hampa, berkecamuk menjadi satu. Bukankah semua bermuara dari satu?
Ah,, bau tanah begitu menyengat, mungkin ia pun paham suatu saat akan dirindukan pada tahun tahun yang belum tiba.

Apakah satu helai daun itu menunggu angin untuk membebaskan dia dari belenggu tangkainya?
Tidak, angin tidak membebaskan satu helai daun dari belenggu tangkai, angin hanya sebuah alasan. Seperti jingga dan pelangi yang menahanmu disini.


Hujan berlahan pergi, pelangi nampak samar, jingga muncul pelan pelan.